Menurut Djalal Nachrowi (2007) mengatakan bahwa pakar ekonometrika telah membuat asumsi dalam pemilihan model yang tepat antara Fixed Effect dan Random Effect, dengan kriteria berikut:
1. Apabila data individu lebih banyak dibandingkan data runtun waktu maka diasumsikan untuk memilih model Random Effect.
2. Apabila data runtun waktu lebih banyak dibandingkan data runtun waktu maka uji Fixed Effect yang lebih tepat digunakan.
Namun itu semua tidak bisa dijadikan acuan tetap karena menurut Gujarati (2003) dalam Pratomo (2007) menyatakan syarat pemilihan antara model yang tepat antara Fixed Effect dan Random Effect, dengan kriteria berikut:
1. Apabila nilai chi square statistik pada uji hausman signifikan, berarti model dapat diestimasi dengan model Fixed Effect.
2. Apabila nilai chi square statistik pada uji hausman tidak signifikan, berarti penelitian dapat menggunakan model Random Effect atau Fixed Effect Model karena hanya berbeda secara substansi.
Iklan